Perjalanan ke Vietnam Desember 2025
Lompat Cepat

Perjalanan ke Vietnam
Desember 2025, saya melakukan perjalanan ke Vietnam selama 2 minggu. Perjalanan dimulai dari Ho Chi Minh City (HCMC), kemudian berlanjut ke Sa Pa di bagian utara Vietnam.
Ho Chi Minh City

Kesan Umum
Business district-nya Vietnam ini merupakan kota metropolitan. Terutama di District 1 ada area yang seperti Sudirman, isinya gedung-gedung pencakar langit. Ada juga area yang mirip Singapura. Tapi HCMC terdiri dari 24 districts dengan total area sekitar 3 kali lipat dari Jakarta, dan tiap district punya karakter masing-masing. District 3 tidak ada gedung-gedung tinggi, mostly toko dan ruko. District 10 juga tapi lebih berasa “pinggiran” dibandingkan 1 dan 3 (kayak Jaktim vibes), banyak gang-gang sempit. Driver Grab sering motong lewat gang-gang ini yang seringkali satu arah.
Cocok untuk city person apalagi yang demen observasi tata kota dan aktivitas manusia. Kalau demennya yang adventure atau nature, mending skip daripada “merasa bosan di sini tidak bisa ngapa-ngapain.”
Transportasi
Ke mana-mana pakai Grab Car saja (atau Xanh SM tapi saya tidak coba). Mobil-mobilnya baru semua, wangi, lengkap dengan safety instructions. Bahkan ada driver yang kasih small Christmas gift. Tidak pesan EV atau hybrid juga sering dapat EV.
Jalan kaki juga masih oke banget, pedestrian oke apalagi di District 1.
Cuaca
Lumayan panas, meskipun tidak sepanas Indonesia. Siapkan payung (boleh yang anti UV), jaket (boleh yang anti UV atau yang waterproof), dan jas hujan karena nanti bisa panas-ujan deres. Baju benar-benar santai saja pakai kaos, celana pendek, sendal juga aman. SUNSCREEN WAJIB!
Menurutku kota ini oke untuk anak dan lansia JIKA itinerary-nya santai dan tidak banyak jalan kaki. Cocok karena makanan Vietnam in general cukup clean dan dari fresh ingredients.
Polusi kadang ada tapi masih dikit banget, meskipun kendaraannya sebanyak itu (jumlah motor lebih banyak dari mobil) dan masih banyak yang ICE.
Sa Pa

Kesan Umum
Ya ampun, I LOVE THIS CITY SO MUCH! Sangat unreal. Yang bilang Sa Pa kurang menarik, overrated, dan sebagainya—pergi sana dengan opini jelek itu! Tapi tentu saja mau di sini untuk visit ya, bukan tinggal, karena saya bahkan tidak tahu bagaimana orang bisa bekerja daily di cuaca ekstrem ini.
Kalau dari segi polusi, jujur di sini kedua paling berasa karena banyak mobil solar (bus, truk, dan lain-lain). Tapi berasanya pas mereka lewat saja. But in general, udaranya WAAAH pernafasan tuh plong.
Yang Perlu Dibawa untuk Winter
Suhu saat winter: -2°C sampai 7°C atau mungkin bisa lebih dingin lagi. Yang wajib dibawa: HEAT TECH baju dan celana, jaket (saya kemarin pakai fleece jacket dan puffer), total lapis 3. Wajib juga bawa beanie atau scarf, kepala, telinga, leher jangan ter-expose! Oh iya, sama sarung tangan dan kaos kaki tebal! Kalau mau lebih extra lagi boleh, khususnya buat yang tidak kuat dingin.
Tapi sebenarnya tidak apa-apa juga kalau tidak mau bawa banyak dari Indonesia karena belum tahu kondisi di sana seperti apa dan bisa beli di sana juga, banyak yang jual. Oh iya, wajib pakai sepatu yang reliable untuk cuaca ekstrem, banyak jalan, licin, becek, batu-batuan, dan tidak ribet (jangan yang talinya gampang copot, dan sebagainya).
Karakteristik Kota
Ke mana-mana jalan kaki saja kalau di dalam kotanya karena terjangkau.
Jangan berharap cuaca cerah terang ya, namanya juga “Misty City.” Banyak banget orang yang kecewa “tidak kelihatan apa-apa, kabutnya tebal banget” apalagi pas ke Fansipan. Ekspektasi kamu saja yang salah. Malah saya senang sekali kalau ada kabut—sangat cantik dan unreal. Pas saya ke Fansipan sempat berkabut tapi mostly cerah banget dan saya don’t mind at all mau cuacanya seperti apa juga tidak expect macam-macam, yang penting tidak hujan.
Minimal 2 malam di Sa Pa, jangan cuma semalam demi mengejar Fansipan karena pergi-pulang Hanoi-Sa Pa saja sudah capek banget, butuh recovery. Dan jujur, chill keliling-keliling jalan kaki menyusuri kota Sa Pa itu enak banget, sangat healing. Jadi jangan keburu-buru dikejar waktu.
Ini bukan kota yang super modern, mostly very traditional. Jalanan kecil, kontur naik turun karena namanya juga di gunung. Hotel juga ada yang family-owned dan banyak yang old-school. Tidak cocok buat yang sukanya super duper bersih higienis, perabotan minimalist terbaru. Harga hotel oke kok, yang penting jangan lupa cek alamat dan Google Maps biar tahu lokasi persisnya di mana. Ada sih hotel besar, misalnya Hotel de La Coupole tapi sedikit banget dan harganya lebih dari Rp2,5 juta per malam.
Kota turis banget di mana warga lokal banyak bergantung pada sektor pariwisata (makanan, tour, hotel atau penginapan, toko oleh-oleh). Jadi ya tidak semua hal super duper murah. Better survei dulu ke beberapa tempat kalau mau bandingin harga, jangan takut nawar, jangan takut dijudesin yang penting kita sudah sopan.
Kalau lagi high season seperti kemarin, jumlah turis lebih banyak dari warga lokal jadi seru sih merasa diverse banget dan obviously merasa makin aman juga karena tahu ini orang-orang pendatang semua.
Keamanan
Ngomongin rasa aman, Sa Pa ini BEST! Cocok buat solo traveling bahkan. Jam 5 pagi gelap-gelapan kabut saja saya tidak takut. Everyone is minding their own business. No weird stares, tidak ada orang mabuk di tengah jalan, tidak ada yang creepy-creepy. Kalau pun ada yang manggil hello-hello itu paling pemilik atau staf resto yang nawarin mampir makan.
Namun TIDAK COCOK UNTUK ANAK KECIL, LANSIA, ORANG YANG TIDAK TAHAN DINGIN, YANG MAUNYA TEMPAT-TEMPAT BAGUS DOANG, YANG TIDAK KUAT JALAN KAKI DAN NAIK TURUN TANGGA. Karena cuaca super dingin apalagi pas winter, kabut tebal jadi penglihatan kadang tidak bisa terlalu jauh, banyak tangga, kontur jalan naik-turun, klakson VOLUME BESAR.
Kalau cuma mau di kota ini saja dengan itinerary yang chill, bisa banget itinerary utamanya ke Fansipan dan keliling-keliling kota. Tapi kalau mau lebih effort dan adventurous, di sekitar Sa Pa ada banyak tempat wisata termasuk Cat Cat Village, Cloud Dragon Skywalk, dan sebagainya tapi harus naik Grab Car atau ojek. Dan jujur, kalau ke Cat Cat itu harus kuat staminanya karena jalannya banyak banget dan super licin, pakai ojek juga (harus tawar harga). Saya tidak keluar Sa Pa karena mager banget harus se-effort itu padahal cuma 2 malam. Menurutku orang yang bisa kejar semua tempat wisata itu hebat, dan mungkin dia durasi travel-nya tidak lama ya jadi staminanya masih kuat dan niat karena merasa dikejar waktu. Kalau saya durasi total 2 minggu jadi harus jaga stamina dan memang ingin banyak chill supaya benar-benar bisa menikmati, meresapi kehidupan lokal instead of cuma ngejar itinerary. Harus paham kondisi badan kalau ke Sa Pa, soalnya kita kan warga negara tropis, takut kaget begitu-tau drop badannya apalagi abis perjalanan jauh dari Hanoi. Jadi menurutku ya yang chill-chill saja deh, kecuali di Sa Pa seminggu gitu ya boleh lah itinerary-nya agak ambis.
Seperti yang saya bilang, ini bukan kota super modern tapi tetap pretty dan penataannya bagus. Ada bangunan ala-ala Eropa juga, huaa cutesy.
Kulit dan rambut sangat bagus di sini, tidak lepek, tidak over minyakan.
Orang-orang ada saja yang makeup niat, rambut dicatok curly, pakai baju ala-ala OOTD tapi jujur saya pribadi sudah tidak peduli, yang penting bajuku berfungsi biar tidak kedinginan. No need makeup yang penting MOISTURIZER, SUNSCREEN, LIP BALM.
Cara biar tidak cepat kedinginan: banyak gerak alias jalan cepat.
Kota paling chill dibandingkan Hanoi dan HCMC. Jalanan cukup sepi, tapi motor mobil pada kenceng-kenceng meski jalanan banyak belokan dan kecil. Gokil dah skill nyetirnya. Seperti yang saya bilang, klakson KENCENG BANGET.
Selanjutnya
Perjalanan ini telah didokumentasikan dalam beberapa panduan detail:
- Panduan Wisata Ho Chi Minh City — Detail lengkap tentang akomodasi, destinasi, aktivitas, dan tips di HCMC
- Panduan Wisata Sa Pa — Semua yang perlu diketahui tentang Sa Pa, termasuk pengalaman di Sun World Fansipan
- Panduan Makanan Vietnam — Review lengkap tempat makan di HCMC dan Sa Pa
- Kosakata Vietnam untuk Wisatawan — Kata dan frasa berguna untuk traveler
- Tips Praktis Perjalanan Vietnam — Tips transportasi, belanja, cuaca, dan anggaran
Semoga cerita perjalanan ini bisa menginspirasi dan membantu teman-teman yang berencana mengunjungi Vietnam. Selamat menjelajah! 🇻🇳✨